ABADIKAN NAMA BRIPKA (ANUMERTA) ARYA SUPENA, KAPOLDA LAMPUNG TANDA TANGANI PRASASTI GEDUNG BELADIRI ARYA SUPENA DI SPN POLDA LAMPUNG
Kemiling — Rangkaian kegiatan Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan prasasti oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., sebagai simbol peresmian sejumlah fasilitas strategis yang telah dibangun di lingkungan SPN Polda Lampung, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen Polda Lampung dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sebagai penunjang pembentukan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berintegritas, serta siap menjawab tantangan tugas di masa depan.
Dalam prosesi tersebut, Kapolda Lampung menandatangani tiga prasasti peresmian yang meliputi Prasasti Gedung Beladiri Arya Supena, Prasasti Gapura SPN Polda Lampung, dan Prasasti Masjid Nurul Hikmah SPN Polda Lampung. Penandatanganan ini tidak hanya menjadi simbol diresmikannya fasilitas-fasilitas baru, tetapi juga menjadi penanda dimulainya pemanfaatan sarana yang dirancang untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan secara lebih optimal, modern, dan berorientasi pada pembentukan personel Polri yang Presisi.
Salah satu fasilitas yang diresmikan, yakni Gedung Beladiri Arya Supena, memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga besar Polda Lampung. Nama gedung tersebut diabadikan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengabdian Bripka (Anumerta) Arya Supena, personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Lampung yang gugur saat menjalankan tugas pada Mei 2026 ketika berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung. Atas dedikasi dan pengorbanannya dalam melindungi masyarakat, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada almarhum sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari institusi Polri. Pengabadian nama Arya Supena pada gedung beladiri diharapkan menjadi pengingat abadi bagi setiap peserta didik bahwa menjadi anggota Polri menuntut keberanian, loyalitas, pengabdian tanpa pamrih, serta kesiapan berkorban demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. (Antara News)
Selain menjadi pusat pelatihan teknik bela diri Polri, Gedung Beladiri Arya Supena diharapkan mampu melahirkan personel-personel yang memiliki kemampuan fisik, mental, disiplin, dan jiwa juang yang tinggi. Gedung tersebut akan menjadi salah satu fasilitas utama dalam mendukung proses pembelajaran keterampilan kepolisian, khususnya dalam penguasaan teknik bela diri, pengendalian massa, serta kemampuan mempertahankan diri yang menjadi bekal penting bagi setiap anggota Polri dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Sementara itu, peresmian Gapura SPN Polda Lampung menjadi simbol identitas dan kebanggaan lembaga pendidikan Polri di Provinsi Lampung. Gapura tersebut merepresentasikan gerbang menuju kawah candradimuka tempat lahirnya insan Bhayangkara yang profesional, modern, dan terpercaya. Di sisi lain, Masjid Nurul Hikmah SPN Polda Lampung diharapkan menjadi pusat pembinaan mental dan spiritual bagi peserta didik maupun seluruh personel sehingga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, ketangguhan fisik, serta kekuatan iman dan takwa dapat terus terpelihara selama proses pendidikan.
Usai penandatanganan prasasti, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan renovasi Masjid Nurul Hikmah SPN Polda Lampung dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian dan sinergi antara BRI dengan Polda Lampung dalam mendukung pembangunan sarana ibadah yang representatif di lingkungan SPN Polda Lampung. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penyempurnaan renovasi masjid sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta didik, personel, tenaga pendidik, maupun masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan.
Renovasi Masjid Nurul Hikmah bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan juga menjadi investasi dalam pembinaan karakter. Melalui keberadaan tempat ibadah yang lebih nyaman dan representatif, diharapkan berbagai kegiatan keagamaan, pembinaan rohani, kajian keislaman, serta penguatan nilai-nilai moral dapat terlaksana dengan lebih optimal. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Polri yang tidak hanya membentuk personel yang tangguh secara akademik dan jasmani, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, serta kepekaan sosial dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui peresmian Gedung Beladiri Arya Supena, Gapura SPN Polda Lampung, Masjid Nurul Hikmah, serta dukungan renovasi masjid dari BRI, Polda Lampung menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekosistem pendidikan kepolisian yang modern, humanis, dan berkelanjutan. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Bhayangkara yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga mewarisi semangat pengabdian, keberanian, dan keteladanan sebagaimana dicontohkan oleh Bripka (Anumerta) Arya Supena dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
