KA SPN POLDA LAMPUNG PIMPIN APEL PAGI: TEGASKAN KEDISPLINAN DAN KESIAPAN DUA AGENDA BESAR JUNI 2026
Kemiling – Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Lampung memimpin langsung pelaksanaan apel pagi rutin yang bernilai strategis pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Catur Prasetya tersebut diikuti secara menyeluruh oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan SPN Polda Lampung.
Apel pagi kali ini bukan sekadar rutinitas penegakan kehadiran, melainkan momentum krusial bagi pucuk pimpinan untuk melakukan konsolidasi internal. Hal ini berkaitan erat dengan posisi SPN Polda Lampung yang dalam beberapa waktu ke depan akan dihadapkan pada serangkaian agenda besar, baik yang bersifat pengabdian masyarakat, pelatihan fungsi teknis, maupun persiapan pendidikan reguler berskala besar.
Dalam amanatnya, Ka SPN Polda Lampung menguraikan empat poin atensi dan arahan penting yang wajib segera diimplementasikan oleh seluruh satuan kerja (satker) di bawahnya:
1. Penguatan Kedisiplinan Personel sebagai Fondasi Lembaga Pendidikan
Mengawali arahannya, Ka SPN memberikan penekanan yang sangat tegas mengenai aspek kedisplinan anggota. Beliau mengingatkan bahwa SPN merupakan lembaga pendidikan pembentuk karakter bagi calon insan Bhayangkara. Oleh sebab itu, mustahil membentuk siswa yang disiplin jika tenaga pendidik, instruktur, dan personel pendukungnya tidak mencerminkan sikap tersebut.
“Kita adalah cermin. Apa yang dilihat oleh siswa, itulah yang akan mereka serap. Oleh karena itu, saya minta seluruh personel—tanpa terkecuali—untuk kembali menegakkan tata tertib, ketepatan waktu, loyalitas, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari. Pengawasan internal akan diperketat demi menjaga marwah institusi,” tegas Ka SPN di hadapan peserta apel.

2. Kesiapan Sarpras Akomodasi Pasien Operasi Katarak (6 s.d. 7 Juni 2026)
Menjelang akhir pekan ini, SPN Polda Lampung dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kegiatan Sosial Operasi Katarak yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 hingga 7 Juni mendatang. Mengingat kegiatan kemanusiaan ini melibatkan masyarakat luas dari berbagai daerah, aspek logistik dan akomodasi menjadi perhatian utama.
Ka SPN menginstruksikan jajaran urusan logistik dan pelayanan markas untuk melakukan sterilisasi serta penataan fasilitas barak yang nantinya akan dialokasikan sebagai tempat menginap para pasien pasca-operasi. Beliau meminta agar faktor kebersihan, ketersediaan air bersih, pencahayaan, serta kenyamanan barak dipastikan berada dalam kondisi prima demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan medis tersebut.
3. Optimalisasi Sarpras Prolat Kewilayahan dan Dikbangspes Gelombang 3
Poin ketiga dalam arahan tersebut berfokus pada fungsi pendidikan kepolisian berkelanjutan. SPN Polda Lampung dalam waktu dekat akan segera menerima peserta Program Latihan (Prolat) Kewilayahan Gelombang 3 serta Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Harkamtibmas Fungsi Teknis Kepolisian Gelombang 3.
Guna menyambut kedatangan para perwira dan bintara peserta pelatihan tersebut, Ka SPN memerintahkan penyiapan ruang kelas, fasilitas instruksional, serta kesiapan para tenaga pendidik (gadik). Koordinasi antar-fungsi harus berjalan simultan agar kurikulum dan sarana pendukung latihan dapat berjalan selaras, sehingga output dari pelatihan fungsi teknis ini benar-benar berdampak positif bagi kinerja operasional Polda Lampung di lapangan.


4. Kesiapan SDM Pengasuh Korsis Jelang Diktukba Polri T.A. 2026
Menutup rangkaian arahannya, Ka SPN memberikan instruksi khusus yang ditujukan langsung kepada jajaran Korps Siswa (Korsis). Perhatian tertuju pada persiapan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026. Meskipun upacara pembukaan pendidikan tersebut baru akan dihelat pada bulan Juli mendatang, Ka SPN mengingatkan bahwa waktu yang tersisa berjalan sangat cepat.
Korsis diminta bergerak cepat dari sekarang untuk memetakan, menyaring, dan mempersiapkan jajaran Sumber Daya Manusia (SDM) pengasuh. Penekanan ditekankan pada penguatan mental, pemahaman regulasi pola pengasuhan terkini, serta pengawasan melekat agar proses transisi dari warga sipil menjadi anggota Polri dapat berjalan sesuai standar kepolisian yang presisi, humanis, dan modern.
Setelah pelaksanaan apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi terbatas bersama para Pejabat Utama di ruang utama mako untuk menindaklanjuti instruksi teknis dari jalannya apel pagi tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
SUMBER BERITA: Humas SPN Polda Lampung
