TINGKATKAN KOMPETENSI TAKTIS, DITLANTAS POLDA LAMPUNG GANDENG INSTRUKTUR SPN POLDA LAMPUNG DALAM LATIHAN MENEMBAK INTENSIF

TINGKATKAN KOMPETENSI TAKTIS, DITLANTAS POLDA LAMPUNG GANDENG INSTRUKTUR SPN POLDA LAMPUNG DALAM LATIHAN MENEMBAK INTENSIF

Kemiling – Dalam upaya berkelanjutan untuk menjaga militansi, kesiapsiagaan, dan profesionalisme personel di lapangan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menggelar kegiatan pelatihan menembak intensif. Kegiatan yang bernilai strategis ini dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Lapangan Tembak Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung.

Pelatihan ini diselenggarakan bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi jajaran jajaran Ditlantas Polda Lampung. Mengingat dinamika tugas polisi lalu lintas di lapangan semakin kompleks dan penuh tantangan, kemahiran dalam menguasai senjata api (senpi) menjadi salah satu kualifikasi wajib yang harus terus diasah.

Sinergi dan Pendampingan Ketat dari Instruktur Ahli SPN

Untuk menjamin kualitas latihan dan penerapan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang ketat, Ditlantas Polda Lampung melibatkan langsung Tim Menembak SPN Polda Lampung sebagai instruktur utama. Kehadiran para instruktur ahli dari SPN ini memegang peranan krusial, mulai dari memberikan pembekalan teori, pengawasan melekat pada garis tembak (firing line), hingga melakukan evaluasi hasil perkenaaran peluru.

Sebelum peluru pertama diletuskan, Tim Instruktur SPN memberikan penekanan khusus mengenai safety kelayakan senjata dan doktrin penggunaan senjata api yang sah serta terukur. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap personel tidak hanya mahir menembak, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab penuh dalam memegang senjata.

Tahapan Latihan dan Pengujian Senjata

Di bawah bimbingan dan instruksi langsung dari Tim Menembak SPN, para peserta pelatihan digembleng menggunakan dua jenis senjata api organik yang berbeda karakteristiknya, yaitu:

  1. Senjata Api Genggam Jenis HS:

    Pada sesi ini, personel terlebih dahulu diberikan pengenalan mendalam mengenai anatomi dan mekanisme senjata HS. Selanjutnya, personel melakukan tembakan koreksi (zeroing) menggunakan 3 butir amunisi untuk menyelaraskan pandangan dengan laras senjata. Tahap akhir diisi dengan sesi penilaian (menembak sasaran) sebanyak 10 butir amunisi guna mengukur tingkat akurasi masing-masing personel.

  2. Senjata Api Bahu Jenis V2:

    Untuk senjata laras panjang jenis V2, instruktur memberikan teknik memegang senjata yang stabil mengingat daya tolak (recoil) yang lebih besar. Sama seperti sebelumnya, latihan dimulai dengan tembakan koreksi (zeroing) sebanyak 3 butir amunisi, kemudian dilanjutkan dengan sesi penilaian taktis sebanyak 5 butir amunisi.

Berjalan Kondusif Tanpa Kendala

Berkat kedisiplinan yang tinggi dari para peserta serta manajemen kepelatihan yang profesional dari Tim Instruktur SPN Polda Lampung, seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Berdasarkan laporan dari lapangan, tidak ditemukan adanya kendala teknis maupun insiden (zero accident) selama latihan berlangsung.

Melalui pelatihan kolaboratif yang intensif ini, diharapkan personel Ditlantas Polda Lampung dapat semakin percaya diri, tanggap, dan presisi dalam mengambil keputusan di lapangan, khususnya saat menghadapi situasi darurat. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polda Lampung untuk terus menghadirkan personel Polri yang mumpuni demi memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.

Sumber Berita: SPN Polda Lampung

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *